panelarrow

Maifate

SNSD Fanfictions, please don't copy paste without my consent

April 10, 2016
by Maifate
13 Comments

(SooSun Fanfiction) Akai Ito (Chapter 3)

(SooSun Fanfiction) Akai Ito (Chapter 3)

Setelah jadian, Sooyoung dan Sunny bergandengan tangan sambil jalan-jalan di tepi pantai.

Mereka menyempatkan diri selfie dengan latar belakang matahari terbenam dan bertukar nomor ponsel.

“Sooyoungie, kamu suka laut?”

“Hmm, suka tapi aku nggak bisa berenang. Selain itu aku juga alergi air laut.”

“Alergi?”

“Kalau berenang di air laut membuat kulitku gatal-gatal.”

“Ohh, sayang sekali.”

“Memangnya kamu berniat mengajakku berenang?”

“Iya, sekarang.”

“Eh?”

“Ahaha, bercanda!^^ Tapi jawabanmu kedengaran manusiawi sekali.”

“Haha, memangnya vampire wajib bisa berenang?”

“Nggak tahu.”

“Nggak tahu?”

“Di cerita-cerita vampire yang kubaca jarang ada yang sampai setting ke laut. Karena mereka lebih ke makhluk darat di malam hari.”

Sunny menatap ke laut lepas. Melihat sinar kemerah-merahan matahari yang menebar di permukaan laut biru.

“Ah matahari yang cantik. Alam memang indah.”

“Iya.”

“Kupikir kamu akan menggombaliku.”

“Maksudnya?”

“Biasanya kan dalam situasi seperti ini orang akan bilang ‘tapi kamu lebih cantik’ atau semacamnya ke pasangannya.”

“Heh, kayaknya kamu kebanyakan baca cerita roman.” Sooyoung memutar bola matanya.

“Jadi Sooyoungieku tidak bisa berkata romantis?^^”

Sooyoung tiba-tiba merasa malu.

“Hei Sooyoung, coba puji aku dong?”

Sunny menatapnya dengan penuh harap. Kalau ditatap seperti itu Sooyoung tidak bisa berkata tidak.

“Ka-kamu manis…”

“Hehe^^”

Sunny mengelus-elus kepala Sooyoung.

“Sooyoungie, vampire yang lucu. Tidak seperti gambaran vampire pada umumnya.”

Sooyoung menangkap tangan Sunny dan memegang pinggangnya untuk menarik merapat Sunny.

“Kalau kamu tidak berhenti juga menggodaku, nanti akan kugigit.”

Sooyoung menunjukkan taringnya sambil tersenyum sinis.

Tapi Sunny malah tersenyum.

“Coba saja gigit.”

“Hem, kalau kamu bilang begitu nanti akan benar-benar kugigit lho.”

“Aku mau lihat kamu melakukannya. Pasti seksi.”

Keduanya saling berpandangan. Dan melihat wajah Sunny, hati Sooyoung merasa melemah. Pertama kalinya dia merasa seperti ini terhadap seorang manusia. Bahkan dia tidak seperti ini terhadap Marina.

Tatapan gadis ini bisa membius, batin Sooyoung sambil melepaskan Sunny.

“Hhh… apa kamu benar-benar manusia?”

“Memang menurutmu apa kalau bukan?”

“Entahlah, Succubus kali? Karena Succubus sendiri adalah devil, maka dia tidak takut sama yang jahat. Dia juga mampu membius manusia dengan keseksian dan daya tariknya.”

“Ahaha, aku bukan Succubus.”

“Yakin?”

“Yakin. Aku jadi ingin pulang.”

“Iya, matahari sudah terbenam, ayo kita pulang?”

Sooyoung mengulurkan tangannya dan Sunny menerimanya dengan senang hati.

“Aku jadi ingin ke rumah Sooyoung.”

“Kamu mau ke tempatku sekarang juga?”

“Iya.”

**

@Apartemen Sooyoung

“Jadi ini tempatmu tinggal? Nggak jelek juga.”

“Iya, biasanya aku berpindah-pindah tempat tinggal.”

“Eh? Jadi kamu akan pindah lagi?”

“Iya, tapi tidak dalam waktu dekat ini.”

“Apakah itu karena kamu seorang vampire?”

“Iya.”

“Ohh. Eh Sooyoungie, apa kamu pernah membawa seseorang ke tempat ini?”

“Tidak, kenapa?”

“Berarti aku yang pertama dong?”

“Iya.”

“Hehe.”

Senyum nakal tersungging di bibir Sunny.

“Karena sekarang hanya ada kita berdua disini, apa kamu hendak mengajakku berbuat macam-macam?”

“Heh, kamu mikir mesum ya?”

“Tidak, kenapa kamu berpikir begitu? Jangan-jangan kamu yang mesum?”

“Kamu tidak takut berduaan sama vampire yang baru saja jadian denganmu? Jangan-jangan kamu memang Succubus.”

“Aww, Sooyoungie~ aku bukan Succubus. Kan sudah kubilang tadi. Kupikir kamu mengajakku kemari karena kamu sendiri modus, hehehe.”

“Baiklah, karena kamu mancing-mancing terus.”

Sooyoung menarik Sunny merapat. Matanya menyala menatap Sunny.

“Jangan salahkan aku kalau kenapa-kenapa.”

Sooyoung menundukkan wajahnya. Napasnya berhembus di leher Sunny.

Sunny memejamkan matanya menanti apa yang akan terjadi selanjutnya sambil merangkul punggung Sooyoung.

Sooyoung sudah membuka mulutnya hendak menanamkan taringnya ke leher mulus Sunny ketika tiba-tiba dia teringat.

Jeda yang cukup lama membuat Sunny bertanya-tanya.

“Sooyoungie?”

“Sebenarnya saat ini aku ingin sekali mengisap darahmu. Tapi kemarin kamu baru saja donor darah. Aku tidak mau kamu nanti anemia.”

Sooyoung kembali berdiri tegak. “Jadi aku akan menahan diri kali ini.”

“Seriusan ini…?”

“Apanya??”

Sunny menatap dengan penuh kekaguman. Sementara Sooyoung malah tidak mengerti apa yang dimaksud Sunny.

“Sooyoungie, saranghae!” Sunny kembali merangkulnya erat-erat. “Ternyata kamu memang baik. Syukurlah aku menyukaimu.”

“Sebagai ganti darah biarkan aku menikmati ini.”

Belum sempat Sunny membalas perkataannya, Sooyoung sudah mengklaim bibirnya. Mengulum bibirnya dengan lembut.

Di tengah-tengah ciuman tiba-tiba perut Sunny berbunyi. Sehingga ciuman mereka terhenti.

“Maaf…” Sunny menunduk malu.

“Kalau lapar kenapa tidak bilang dari tadi?” Sooyoung melihat jam dinding. “Jam 8 seperempat. Benar juga, ini sudah jam makan malamnya manusia ya. Mau makan apa?”

“Kamu bisa masak?”

“Ya tentu saja. Setelah hidup lama sendirian, aku sudah menguasai banyak macam masakan. Di kulkas aku punya berbagai macam bahan, jadi tinggal bilang saja.”

“Aku mau makan Sooyoung.”

“Ehem! Yang serius ini.”

“Ahaha, apa masih terlalu cepat bercanda hal seperti ini ya? Ya sudah yang gampang saja, sandwich.”

“Oke, sandwich. Bahannya ada.”

Selesai makan.

“Aku akan mengantarmu pulang.”

“Aku bisa pulang sendiri.”

“Jangan, bahaya malam-malam begini.”

“Tapi kamu jam 10 ada kerja kan? Tinggal setengah jam lagi.”

“Kalau cepat masih keburu.”

“Hehe gomawo Sooyoungie. Besok siang kamu senggang?”

“Ya.”

“Mau kencan?”

“Kalau kamu nggak sibuk.”

“Besok aku nggak ada kuliah. Off class, jadi kalau bisa aku ingin ketemu kamu.”

“Oke.”

**

Keesokan harinya.

Di taman jam 1 siang.

Sunny sedang menunggu seorang diri sambil memainkan smartphonenya. Dia melihat foto selfie dirinya bersama Sooyoung di pantai kemarin sambil menunggu kedatangan Sooyoung.

“Baru ada satu. Yah karena kami juga baru jadian. Aku harus membuat lebih banyak foto kenangan bersama dengan Sooyoung. Semakin banyak semakin bagus.”

Sunny tidak sadar ada seseorang yang berjalan mengendap-endap dari belakangnya.

Ketika orang itu sudah di belakang Sunny, kedua tangannya ia gunakan untuk menutup kedua mata Sunny.

Sunny bingung karena tiba-tiba pandangannya menjadi gelap. Sunny merasa ada seseorang yang berdiri di belakangnya.

Sunny otomatis tersenyum karena mengira itu perbuatan pujaan hatinya. “Sooyoung ya?”

Dia melepaskan tangannya dan berbalik untuk melihatnya. Namun langsung terkejut karena orang itu bukan seseorang yang ditunggunya.

“Eh? Hyomin?!”

“Sunny ah, kamu kemana saja? Sudah kucari-cari.”

“Kenapa kamu disini? Bukannya kamu-“

“Aku mencari kamu! Karena kamu tidak pulang-pulang juga. Sudah lebih dari setengah setahun. Biasanya kamu selalu menyempatkan diri pulang. Aku khawatir kamu kenapa-kenapa.”

“Hyomin, Hyomin, sekarang kamu sudah melihatku. Aku tampak baik-baik saja kan?”

“Ayo pulang Sunny ah, dunia manusia buruk bagimu.”

“Nggak, dunia ini nggak seburuk dugaanmu, Hyomin ah.”

“Apanya yang nggak buruk? Manusia menempati urutan pencemar lingkungan nomor satu di dunia! Mereka merusak laut, hutan, satwa, dan segalanya yang ada di Bumi! Mereka bahkan menyakiti sesama mereka sendiri!”

“Begitu ya. Kamu nggak berubah. Kamu masih tetap membenci manusia seperti dulu.”

“Tentu saja. Mereka merusak habitat kita. Aku tidak akan sudi menginjakkan kaki kemari kalau bukan karena untuk menemui kamu.”

Seseorang datang.

“Sunny, maaf lama-“

“!”

Melihat gadis jangkung itu, Hyomin langsung waspada. Dia menarik objek tajam yang disembunyikannya di sakunya dan dalam sekejap sudah diacungkan ke Sooyoung yang tidak tahu apa-apa.

“Belati?!”

“Siapa kamu?!”

“Aku ada janji sama Sunny…”

“Kamu bukan manusia ya?! Katakan siapa kamu?! Mau apa kamu mendekatinya?!”

Sooyoung terperangah.

Batinnya berkata ‘Gadis ini tahu aku bukan manusia?!’

“Hyomin!”

Sunny pergi memeluk Sooyoung. “Takkan kubiarkan kamu menyakiti Sooyoung!”

“Sunny, jangan bilang kamu-“

“Iya, kami berpacaran!”

“Pacaran sama manusia saja sudah buruk tapi kamu malah sama makhluk tak jelas ini!?”

“Dia bukan makhluk tak jelas. Dia vampire.”

“Itu lebih parah lagi! Kamu bisa diubahnya menjadi vampire!”

“Siapa peduli! Dari awal aku juga bukan manusia!”

“Sebentar. Kalian sedang membicarakan apa sih?” Sooyoung memegang bahu Sunny dan menatap ke matanya. “Sunny, kamu bukan manusia?”

Sunny menggigit bibirnya.

“Heh! Kamu bahkan tidak memberitahu identitasmu yang sebenarnya? Kayak gitu masih disebut pacaran?” Ejek Hyomin. “Ya sudah, lebih baik begitu. Karena Sunny akan pulang kembali ke dunia asalnya.”

“Tidak! Aku akan menetap disini sama Sooyoung!”

“Begitu ya… kamu sudah terkena pengaruh vampire itu?”

“Aku tidak terpengaruh siapa-siapa! Ini murni keputusanku sendiri!”

“Kalau begitu kamu tidak memberiku pilihan lain…”

“Apa? Apa yang mau kamu lakukan Hyomin?”

Hyomin mendekat, mendorong Sunny kesamping dan tiba-tiba menyerang Sooyoung dengan belatinya.

Sooyoung sempat menghindar namun ujung belatinya menggores lengannya.

“Hyomin! Apa yang kamu lakukan?!”

“Membunuhnya tentu saja,” sahut Hyomin dengan nada dingin.

“Apa?! Tapi Sooyoung tidak salah apa-apa!”

“Tidak butuh waktu lama lagi sebelum dia menjadikanmu mangsanya.”

Sooyoung hanya menatap Hyomin tanpa berkata apa-apa. Darah mengalir di lengan kirinya.

“Kenapa kamu tidak melawan?” Tanya Hyomin dengan pandangan setajam es.

“Aku tidak berniat menyulut konflik dengan siapa-siapa.”

“!”

“Karena aku hanya menyukai Sunny dan ingin hidup dengan damai. Apakah salah karena aku seorang vampire?”

“Kalau begitu kamu akan menjadikan Sunny vampire juga, ya kan?!”

“Hyomin!” Teriak Sunny tidak terima melihat Hyomin berusaha memojokkan Sooyoung.

“Kurasa saat ini apa pun yang kukatakan percuma. Hanya akan membuat aku akan semakin terlihat begitu di matamu.”

“Grrrrr! Kalau begitu menjauhlah dari Sunny! Kamu makhluk jahat!”

Hyomin mengayun-ayunkan belatinya menyerang Sooyoung dengan membabi buta. Sooyoung menghindari setiap serangannya tanpa membalas sedikit pun.

“Makhluk macam kamu dan manusia sama saja! Kalau saja kamu tak ada!”

Sunny hanya bisa memandang dengan ketakutan tanpa bisa mendekat karena Hyomin benar-benar kalap memgayunkan belatinya.

Sampai kemudian Hyomin sadar kalau di sekitar mereka mulai terjadi kericuhan. Orang-orang meributkan konflik mereka. Terutama karena di tangan Hyomin terdapat belati. Di mata mereka tampak seolah dia adalah penjahat yang sedang menyerang orang awam.

“Kyaaaa! Ada penjahat!”

“Cepat lapor polisi!”

“Cih! Malah terlihat seolah aku yang jahat disini!” Hyomin menyimpan belatinya. “Ingat ya! Ini tidak selesai sampai disini!”

Lalu dia cepat-cepat kabur sebelum polisi datang.

Sooyoung menghela napas setelah Hyomin pergi.

“Sooyoungie, lukamu-“

“Jangan sentuh!” Bentak Sooyoung sesaat sebelum Sunny menyentuh lengannya sampai Sunny tersentak kaget.

“Maaf… bisa gawat kalau kamu tidak sengaja kemasukan darahku…”

Sunny baru sadar kalau dia mempunyai luka bekas teriris pisau kemarin di jari telunjuk kirinya. Hari ini dia tidak memakai plester luka.

“Kalau kamu sampai kemasukan darahku, kamu bisa jadi vampire…”

“Kamu kepikiran sama perkataan Hyomin.”

Sooyoung tidak menjawab, jadi Sunny menganggapnya sebagai iya.

“Tidak usah pedulikan dia. Ini hidupku, bukan Hyomin, aku bebas memilih cara hidupku sendiri.”

*~To be Continued~*

A/N: Mungkin ceritanya berasa unexpected, tapi kuharap masih nyambung ceritanya karena memang sudah direncanakan begini. Maaf lama nggak update.

Thanks for reading *bow

Kurang dari seminggu lagi konser Soshi di Indo. Apakah disini reader bakal nonton?

Aku nggak T.T

2,845 total views, 5 views today

Facebook Comments

March 11, 2016
by Maifate
14 Comments

(SooSun Fanfiction) Akai Ito (Chapter 2)

Karena ada perbedaan usia antara vampire dengan manusia. Biasanya setiap 8 sampai 10 tahun sekali, aku berpindah tempat tinggal untuk menghindari pandangan curiga. Wajah dan fisikku memang tidak cepat menua seperti manusia pada umumnya.

Dengan interaksi seminimal mungkin dengan manusia sekitar. Selama ini hidupku berlalu dengan mulus. Continue Reading

3,910 total views, no views today

Facebook Comments

February 29, 2016
by Maifate
18 Comments

(SooSun Fanfiction) Akai Ito (Chapter 1)

A/N: Annyeong readers, kali ini aku membawa ff baru yang bertema tentang vampire. Baru pertama bikin, juga jarang nyari atau nonton yang bertema ini jadi jujur nggak banyak clue waktu bikin ini. Tapi tetap mau bikin karena sudah lama ngidam cerita vampire versi sendiri (dan pikiran yadong sendiri *ngaku) 😂

Yang jelas niatnya nggak bakal sama seperti Twilight (karena aku sendiri cuma nonton film pertamanya).

Tapi apa ada yang suka Twilight disini? Penasaran saja (habis kebanyakan cerita vampire dibanding-bandingin sama Twilight yang populer)

Cuma berharap mudah-mudahan cerita ini bisa dibikin sampai tamat. Mohon sabar, haha.

Enjoy ♡

**

“Bla bla bla bla.”

“Bla bla bla bla.”

Seorang anak perempuan berumur 4 tahun sedang berdiri menunggu ibunya yang kelihatannya keasyikan mengobrol dengan seseoranh yang tidak dikenalnya. Dia sudah bosan, sudah lebih dari sepuluh menit dia berdiri disana tapi tampaknya keduanya sama sekali tidak berniat mengakhiri obrolan. Obrolannya sama sekali tidak menarik bagi anak-anak seusianya.

“Umma, umma.” Anak itu menarik-narik ujung bajunya. Continue Reading

4,165 total views, no views today

Facebook Comments

February 20, 2016
by Maifate
16 Comments

(YoonSic Fanfiction) Propethic Dreams (Chapter 3 – End)

Beberapa bulan telah berlalu sejak Yoona terakhir kalinya memimpikan Jessica. Yoona sudah belajar untuk tidak mempersoalkannya lagi dan menganggap otaknya hanya sedang iseng berfantasi aneh.

Kemudian liburan semester pun tiba. Yoona dan Yuri melakukan road trip sesuai rencana. Keduanya menggunakan mobil Yuri. Melakukan perjalanan dari kota ke kota. Dan rencananya baru akan pulang 9 hari kemudian. Continue Reading

4,625 total views, no views today

Facebook Comments

February 5, 2016
by Maifate
2 Comments

(SooSun Fanfiction) Loveless (Chapter 6)

img src=”(SooSun Fanfiction) Loveless - Maifate” alt=”(SooSun Fanfiction) Loveless - Maifate”

Loveless – Maifate

SooSun Fanfiction (English Version)
Today Sunny invite Sooyoung to go to the shopping mall.
“Hmm, I’d love to do a shopping spree.” Sunny turned to Sooyoung. “But later you will have to carry all of my shopping bags, okay?”
“Okay…”
Sooyoung looks down sadly. She’s clearly not enjoying it. Like an errand who was dragged everywhere just to bring all the bags.
Sunny folded her hands behind her back and slightly inclining forwards to see Sooyoung’s face. Continue Reading

2,535 total views, no views today

Facebook Comments

February 1, 2016
by Maifate
10 Comments

(YoonSic Fanfiction) Prophetic Dreams (Chapter 2)

Some scientists argue that since we spend roughly 20 years asleep, dreams should be considered an alternate reality.

Yoona POV

“Selesai…”

Kuregangkan tubuhku yang masih duduk di depan meja.

Kulirik sekilas jam di laptop, sekarang waktu menunjukkan pukul 11 malam lebih 12 menit. Aku baru saja menyelesaikan tugas kuliah yang sudah menjadi kegiatan rutinku. Karena tubuhku juga sudah capek, sepertinya sudah saatnya untuk tidur karena besok kuliah pagi.

“Eh tunggu, sebelum matikan.” Continue Reading

4,265 total views, 5 views today

Facebook Comments

January 28, 2016
by Maifate
14 Comments

(YoonSic Fanfiction) Prophetic Dreams (Chapter 1)


A/N: Konnichiwa readers 😀

Maaf lama jarang update.

Sebenarnya ragu mau publish ff baru ini mengingat ff sebelumnya banyak yang belum selesai, tapi ya sudahlah daripada nggak update.

Sesuai judulnya, pairing kali ini adalah YoonSic, ada sedikit moment YoonYul nya.

Enjoy~☆

**

Yoona POV

Ah, nikmatnya menyeruput coffee latte sambil menikmati pemandangan indah.

Kafe di tepi pantai ini benar-benar menakjubkan. Sudah pemandangannya indah, udaranya juga sejuk tapi anginnya tidak terlalu kencang. Continue Reading

5,115 total views, 5 views today

Facebook Comments

January 23, 2016
by Maifate
0 comments

(SooSun Fanfiction) Loveless (Chapter 5)

SooSun Fanfiction

English

img src=”(SooSun Fanfiction) Loveless - Maifate” alt=”(SooSun Fanfiction) Loveless - Maifate”

(SooSun Fanfiction) Loveless – Maifate

A/N: I must warn you all, though, this chapter is M rated.

Sometimes I slip some of Korean words, and perhaps their culture in the story. I hope you all don’t mind. All of the Korean words are easy enough for you to find the meaning from google.

Also, sorry if there’s any grammatical error.

Enjoy~

12 years ago. Continue Reading

2,040 total views, no views today

Facebook Comments

January 19, 2016
by Maifate
0 comments

Mari Belajar Bahasa Asing Secara Otodidak dengan App Memrise

Memrise Icon Logo (maifate website)

Memrise Icon Logo (maifate website)

Ada banyak aplikasi gratis untuk belajar bahasa asing tersedia untuk di install di smartphone.

Salah satu aplikasi unik yang telah saya coba secara pribadi dan menurut saya yang terbaik adalah Memrise. Karena itu saya akan membagi pengalaman saya menggunakan app ini melalui artikel ini.

Kenapa saya bilang bagus? Continue Reading

2,330 total views, 10 views today

Facebook Comments