Byuntaeng

Pairing TaeNy

 

Taeyeon tampak sedang sangat serius membaca sesuatu di laptopnya. Dari tadi ia sama sekali tidak mengalihkan perhatiannya ke tempat lain.
Serius sekali, apa sih yang dibacanya? Segitu serunya?
Karena penasaran aku menghampirinya.
“Taeng, kamu sedang membaca apa?”
Dia memberi isyarat agar aku kemari.
“Sini, ikut baca juga”
Aku mendekat dan duduk disebelahnya. Mataku tertuju pada kata demi kata di layar laptop. Sebuah cerita dalam bahasa inggris.
Aku membacanya beberapa kalimat lalu kemudian aku mulai rikuh.
Wajahku memerah membaca kalimat-kalimat erotis yang tertera di layar laptop. Apalagi nama tokoh dalam ceritanya adalah kami berdua. Jantungku berdebar-debar dengan cepat bagaikan sedang berolahraga.
Tiba-tiba dia sudah berada di belakangku, tangannya memeluk pinggangku, spontan tubuhku menjadi kaku.
Dia berbisik di telingaku,“Hehe Fany, gimana kalau kita melakukannya juga?”
Aku memekik kecil saat dia meniup telingaku, “Kita lakukan yang lebih hot yang bahkan tidak bisa ditulis dalam cerita ini”
Meski tidak menatapnya aku bisa membayangkan dirinya sedang tersenyum nakal padaku. Aku merasa mukaku panas.
“Byuntaeng!”
“Fany-ah…”
Dia merapatkan tubuhnya dan sekarang aku bersandar di bahunya. Tangannya menyusup masuk ke balik baju pink yang kukenakan dan meraba-raba dadaku yang terbungkus oleh bra.
“mm…”
Taeng memang sering meraba pantatku, tapi ini pertama kalinya ia merabaku lebih dari itu.
“Saranghae… aku menginginkanmu Fany-ah…”
“Taeng…”
Aku mengiyakan saat ia mengajakku ke tempat tidurnya.
Dia melepaskan seluruh bajuku sampai tidak tersisa sehelai benangpun lalu kemudian dia sendiri juga melepas bajunya.
Aku merasa resah saat matanya bergerak-gerak mengawasi tubuh telanjangku.
“Ah, apakah ini pengalaman pertamamu?” godanya.
“I-iya” jawabku gugup.
“Hehe Fany-ah… tubuhmu indah sekali”
“………………”
Tiba-tiba dia menggelitik tubuhku hingga aku kegelian.
“Haha! ahahahaha! udah dong Taeng!” kataku sambil menyingkirkan tangannya.
Matanya memperhatikan bagian bawahku hingga tubuhku terasa panas.
“Tampaknya kamu benar-benar menjaga kewanitaanmu ya Fany”
Dia menyentuhnya.
“!”
“Fany-ah, kamu sudah basah” dia tersenyum nakal.
“Apa kamu terangsang waktu membaca cerita tadi?”
“Taeng ah! jangan goda aku!” wajahku tambah memerah.
“Hehe, aku akan membuatmu merasa lebih enak lagi.”
Dia membelai dan menjilat puting susuku. Membuatku merasa geli sekaligus enak.
Dia menjilat jari telunjuk dan jari tengahnya. Dan memposisikan jarinya di tengah selangkanganku.
“Taeng… kumohon jangan kasar-kasar…”
“Tenang Fany-ah…”
Dengan sangat perlahan Taeng memasukkan satu jarinya ke dalamku sambil mengawasi ekspresiku.
Aku meremas lengan kirinya saat rasa sakit mulai menderaku.
“Fany…”
Melihat aku kesakitan dia tampak tak tega melanjutkannya.
“Teruskan… Taeng…”
Dia memasukkan jari kedua ke dalamku.
“Ah…!”
Rasanya sedikit sakit, tapi perlahan-lahan sakitnya mulai memudar diganti sensasi baru yang sama sekali belum pernah kurasakan.
Aku bisa merasakan jari Taeng bergerak-gerak di dalamku.
“Taeng… ah enak sekali…” desahku.
Aku memejamkan mataku dibelai oleh kenikmatan. Rasanya pikiranku kosong. Tubuhku seperti dialiri listrik panas.
Aku meremas seprai dan akhirnya mencapai klimaks. Nafasku tersengal-sengal, jantungku berdebar-debar dengan cepat.
Taeng tampak puas, lalu ia merapatkan tubuhnya padaku hingga dada kami bersentuhan. Ia membiarkanku memeluknya selama beberapa saat.
Meski aku merasa sedikit sesak karena dia menindihiku tapi aku merasa sangat nyaman bersentuhan seperti ini. Aku bisa merasakan panas tubuhnya beradu dengan panas tubuhku. Rasanya seperti tubuh kami bersatu…
“……………………”
“……………………”
Taeng mengecup bibirku. Lagi-lagi dia memandangku dengan senyum nakalnya.
“Fany-ah, kamu pernah bermasturbasi?”
“…………………”
“Ne Fany-ah, tidak perlu malu, setiap orang juga pernah melakukannya”
Aku mengangguk pelan.
“Siapa yang kamu bayangkan sewaktu bermasturbasi, Fany-ah?”
“…………………”
“Ayolah katakan padaku” bujuknya lembut.
“…………………”
“Hmm?”
Aku tidak ingin menjawab tapi ia menungguku sampai menjawab. Sepertinya aku tidak akan bisa lolos, akhirnya aku menjawab.
“Ta-taeng…” jawabku tanpa memandang matanya. Rasanya aku mau meledak saking malunya! Aku membocorkan salah satu rahasia hidupku! T_T
“Hehe aku senang Fany-ah, sebagai gantinya aku akan memberimu servis spesial untuk malam ini. Aku akan membuatmu orgasme berkali-kali sambil menyebutkan namaku”
“Ta-taeng!”
Tanpa kami sadari ada seseorang yang sedang berdiri diluar mengintip ke dalam. Sunny.
“Byuntaeng~ kamu benar-benar keasyikan ya mengerjai Fany-ah. Apa kamu lupa kalau ini kamarku juga?” ujar Sunny geleng-geleng kepala. (Author : bukan hanya Sunny kok yang terlupakan, laptopnya juga^^ )
“………………kalau gini dimana aku tidur malam ini….”
Pinjam kamar Fany-ah aja?
…………………
Ah mudah-mudahan Sooyoung rela membagi kasurnya denganku, pikir Sunny sambil berjalan menuju kamar Jessica dan Sooyoung.

*~Fin~*

A/N : Maaf kalau merasa terlalu singkat^^
Harap berkomentar XD

Comments are closed.